Atlet yang Hobi Turnamen Poker di Casino Internasional. Di 2025, poker bukan lagi hanya permainan kartu—ia jadi olahraga mental yang diminati atlet top dunia. Turnamen di Las Vegas, Monte Carlo, dan Bahamas rutin kedatangan mantan dan pemain aktif NBA, NFL, sepak bola, hingga golf. Mereka bawa insting kompetisi, kemampuan baca lawan, dan daya tahan mental yang sama seperti di lapangan. Hasilnya: beberapa berhasil jadi pro sungguhan, sementara yang lain pakai poker sebagai cara tetap “bertanding” setelah pensiun atau di off-season. INFO CASINO
Neymar Jr.: Bintang Sepak Bola yang Jadi Wajah Poker Global: Atlet yang Hobi Turnamen Poker di Casino Internasional
Penyerang Brasil ini sudah main poker sejak 2015 dan kini jadi salah satu atlet paling aktif di sirkuit. Neymar pernah finis keenam di turnamen €5.300 buy-in di Barcelona 2018 (untung €44.000), lalu ikut acara amal di Bahamas dan London. Pada 2025, ia main tiga turnamen besar dalam setahun, termasuk high-roller €25.000 di Monte Carlo. Neymar sering bilang, “Poker sama seperti sepak bola: 90 menit menunggu, 10 detik menentukan segalanya.” Ia bahkan jadi ambassador turnamen online besar dan rutin streaming cash game dengan taruhan ribuan dolar per tangan. Di luar meja, kemenangan pokernya sering disumbangkan untuk yayasan anak Brasil.
Richard Seymour: Defensive End NFL yang Masuk Final Table: Atlet yang Hobi Turnamen Poker di Casino Internasional
Setelah pensiun 2013 dengan tiga cincin Super Bowl, Seymour langsung serius di poker. Ia belajar dari pro, lalu 2019 masuk hari ketiga WSOP Main Event dari 8.569 pemain, dapat $59.295. Puncaknya 2024: ia gabung Card Player Tour sebagai pro resmi dan langsung finis runner-up di acara $5.000 No Limit Hold’em. Seymour bilang, “Di NFL saya baca quarterback, di poker saya baca soul lawan.” Kini ia main 40–50 turnamen setahun, termasuk high-roller di Las Vegas dan Bahamas, dan jadi salah satu atlet paling disegani di komunitas poker.
Cristiano Ronaldo & Gerard Piqué: Duo Eropa yang Suka High-Roller
Ronaldo sudah lama hobi poker dan sering main di private game Monaco serta turnamen amal. Ia pernah finis keenam di Brazilian Series of Poker 2018 dan rutin main cash game €1.000/€2.000 di Lisbon dan Madrid. Gerard Piqué lebih serius lagi: ia ikut EPT Barcelona beberapa kali dan jadi investor besar di turnamen online. Keduanya sering ketemu di meja yang sama selama libur internasional, taruhan mulai €10.000–€100.000 buy-in. Piqué bahkan bilang ingin pensiun dini untuk fokus poker dan bisnis esports. Di 2025, mereka berdua masuk daftar 100 atlet paling aktif di turnamen Eropa.
Kesimpulan
Poker memberi atlet elite arena baru untuk tetap kompetitif tanpa harus lari 90 menit atau tackle 300 pound. Neymar, Seymour, Ronaldo, dan Piqué bukti bahwa skill membaca situasi, mengelola emosi, dan bertahan di bawah tekanan bisa dipindah dari lapangan ke meja hijau. Di 2025, tren ini makin kuat: semakin banyak atlet aktif dan pensiun yang daftar turnamen besar, bahkan ada yang mulai live-stream cash game. Bagi mereka, poker bukan judi—ia adalah olahraga kedua yang tak punya batas usia. Dan kalau suatu hari Anda duduk di final table, jangan kaget kalau lawan sebelah adalah striker 100 gol atau defensive end tiga kali juara Super Bowl. Di poker, semua sama—hanya kartu dan nyali yang bicara.